Apa Yang Kita Tinggalkan?
"Pepacuh, Sumpah, Wasiat, dan Air Jernih?" Sebuah Refleksi Hampir Satu Dekade Dualisme PSHT Bagian 5 : "Apa Yang Kita Tinggalkan?"
“Pepacuh, Sumpah, Wasiat, dan Air Jernih?” Sebuah Refleksi Hampir Satu Dekade Dualisme PSHT Bagian 5 : “Apa Yang Kita Tinggalkan?”
Baca selengkapnya“Pepacuh, Sumpah, Wasiat, dan Air Jernih?” Sebuah Refleksi Hampir Satu Dekade Dualisme PSHT Bagian 4 : “Jangan Campurkan Air Keruh Dengan Air Jernih”
Baca selengkapnya“Pepacuh, Sumpah, Wasiat, dan Air Jernih?” Sebuah Refleksi Hampir Satu Dekade Dualisme PSHT Bagian 3 : “Wujudkan Isi Wasiat Setia Hati”
Baca selengkapnya“Pepacuh, Sumpah, Wasiat, dan Air Jernih?” Sebuah Refleksi Hampir Satu Dekade Dualisme PSHT Bagian 2 : “Renungan Sumpah Bersama, Tatkala Persaudaraan Diuji”
Baca selengkapnya“Pepacuh, Sumpah, Wasiat, dan Air Jernih?”
Sebuah Refleksi Hampir Satu Dekade Dualisme PSHT
Bagian 1 : “Kudeta 2017, dan Tatanan Organisasi yang Dirusak”
oleh admin2 | Agu 17, 2026 | Ke SH an, Kegiatan Cabang, Kegiatan Pusat, Publikasi | 0
Anggota Majlis Luhur Persaudaraan Setia Hati Terate, Simun Sofyan tekankan pentingnya memahami isi wasiat, dan tidak melanggar pepacuh. Selain itu, ia juga mengingatkan para warga PSHT agar selalu peduli dengan organisasi.
Baca selengkapnyaHari Pendidikan Nasional dan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) mempunyai kaitan yang erat, terletak pada kesamaan visi dan filosofi, yakni tentang pendidikan karakter.
Baca selengkapnyaoleh admin2 | Apr 26, 2026 | Ke SH an, Kegiatan Pusat | 0
Saat itu, Parapatan Luhur 2016 direalisasikan guna mewujudkan tata kelola organisasi PSHT yang lebih baik. Namun, kudeta 2017 justru membuat jalannya organisasi menjadi kian pelik, padahal semua telah didawuhkan oleh Alm. Mas Tarmaji kala itu untuk menjalankan organisasi sebaik mungkin.
Baca selengkapnya