(Foto : kedekatan alm. Kangmas Tarmaji dengan Ketua Majlis Ajar saat ini, Kang Mas Wiyono)

Peristiwa demo 2014 yang dilakukan oleh para saudara korlap terhadap kepemimpinan almarhum Kangmas Tarmadji sejatinya adalah sebuah tuntutan dasar dari sebuah proses demokrasi dalam organisasi yang dirasa berjalan tidak semestinya.

Tuntutan sangat sederhana, yaitu segera dilaksanakan Mubes, demo ini dilakukan karena sudah tidak ada lagi jalur yang bisa ditempuh secara dialog persuasif.

Begitu pula dengan terbentuknya organisasi PSHT 1922 oleh sebagian saudara kita akibat proses demokrasi tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Namun, hal yang pasti dan banyak yang tidak dipagami dengan baik oleh para saudara yang berada di kelompok kudeta adalah bahwa sebelum berpulang, Kangmas Tarmadji sudah menyampaikan statement bahwa “SEMUA ADALAH SAUDARA KITA, DAN SING UWES YO WES.”

Kalimat tersebut menunjukkan kebesaran hati beliau yang secara implisit sudah “MEMAAFKAN SEMUA SAUDARA YANG BERSEBRANGAN”, dan mengharapkan semua bisa kembali bersatu utk memajukan PSHT bersama – sama.

Sebagai orang yang memiliki kewaskitaan, beliau sadar bahwa sudah saatnya untuk kembali, hingga kemudian beliau berusaha melepaskan urusan duniawi dengan sebaik – baiknya, sehingga tidak akan menjadi beban pertanggung jawaban saat menghadap SANG KHALIK.

Mas Wiyono, dan Mas Taufik selaku orang terdekat almarhum Kangmas Tarmadji tentu sangat peka dan bisa menangkap isyarat yang diberikan oleh beliau, lalu kemudian diaktualisasikan dan diwujudkan dalam Parapatan Luhur (Parluh) 2016, di mana semua yang bersebrangan dirangkul, dan diajak bersama untuk mengelola organisasi sebaik mungkin.

Sebut saja, mulai dari Mas Moerdjoko, Mas Zakaria, Mas Bagyo T.A, Mas Nurhadi Abbas, dll. Namun sayang, seiring berjalannya waktu, dikarenakan silau oleh jabatan dari para oknum elit organisasi, mulai dari tingkat pusat hingga cabang, niat baik sesuai keinginan almarhum Kangmas Tarmadji ternyata tidak bisa diterima, dan saat ini justru dijadikan bahan untuk MENYERANG, MEMFITNAH DAN MENJATUHKAN orang orang yang dengan sadar menjalankan amanah dari almarhum Kangmas Tarmadji.

Dengan terus menerus mengangkat peristiwa masa lalu, mereka para oknum elit bersama buzzer tidak bertanggungjawab menjadikan hal ini sebagai senjata guna menjatuhkan orang orang dengan kesadaran penuh menjalankan amanah almarhum Kangmas Tarmadji.

Mereka tidak sadar bahwa jika mereka terus berbuat demikian, maka orang yang paling sedih, terbebani, dan merasa terkhianati adalah beliau almarhum Kangmas Tarmadji.

Saya yakin keluarga besar almarhum Kangmas Tarmadji juga tidak ingin ini terjadi dan berharap semua bisa menjalankan amanah beliau dengan sebaik mungkin.Jangan hanya karena beliau Mas Zakaria, Bagyo TA, Nurhadi Abbas, dll berdiri di kubu yang bersebrangan, kemudian dijadikan alat provokasi dan fitnah atas kejadian masa lalu.

Kita semua tentu masih ingat bagaimana dulu ketika Kangmas Lanjar Sutarno masih dalam barisan kepengurusan PSHT, beliau juga diserang dengan provokasi dan beragam fitnah keji.

Namun, ketika saat ini beliau beralih ke PSHTPM selaku kelompok kudeta, provokasi dan fitnah tersebut hilang begitu saja. Begitupun mungkin seandainya Mas Zakaria, Bagyo TA, Nurhadi Abas, dan lain lain saat ini bergabung dengan mereka, pasti provokasi dan fitnah fitnah yang menyangkut akan turut hilang.

Jika demikian, artinya semua ini hanya soal KEPENTINGAN DIMANA KITA BERDIRI. Oleh karenanya, saya mengajak kepada semua saudara warga PSHT dimanapun berada, mari kita kembali ugemi dan jalankan amanah beliau yang sangat kita hormati, yaitu almarhum Kangmas Tarmadji untuk melepaskan semua ego, dendam, sakit hati dengan saling memaafkan dan kembali bersatu dalam bingkai persaudaraan yang kekal abadi, agar beliau almarhum Kangmas Tarmadji di lapangan, diterangkan dan di mudahkan jalanya menghadap SANG KHALIK.

Dalam menghadapi dinamika organisasi hingga saat ini, semoga Tuhan Yang Maha Esa mengampuni segala dosa dosa kita, Aamiin.

LS – TIM HUMAS PUSAT