(Foto bersama warga baru PSHT Cabang Banjarbaru 2026, Jumat (26/6/2026). Foto:// Panitia)

BANJARBARU – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Banjarbaru, Kalimantan Selatan kembali menggelar prosesi pengesahan warga baru, di mana sebanyak 62 orang anggota disahkan di Padepokan Suryanata, Jumat (26/6/2026).

Di tengah bertambahnya jumlah pendekar yang lahir pada angkatan 2026 ini, Ketua PSHT Cabang Banjarbaru, Ifan Kurniawan, menegaskan komitmen organisasi yang lebih mengedepankan kualitas pembinaan dibandingkan sekadar mengejar kuantitas.

Dalam arahannya, Ifan Kurniawan secara tegas menyatakan bahwa PSHT Cabang Banjarbaru tidak pernah berorientasi pada target penambahan jumlah anggota sebanyak-banyaknya. Sebaliknya, pengurus cabang secara konsisten menerapkan kontrol ketat terhadap lonjakan jumlah anggota baru setiap tahunnya.

“Kami tidak berorientasi pada seberapa banyak jumlah anggota yang bisa direkrut. Justru yang kami lakukan adalah terus mengontrol dan membatasi jumlah anggota yang bertambah setiap tahunnya,” tegas Ifan.

Menurutnya, pembatasan dan kontrol kuota tersebut dilakukan bukan tanpa alasan. Langkah strategis ini diambil semata-mata untuk memastikan bahwa proses pengajaran dan pembinaan karakter di setiap tingkatan, mulai dari tingkat ranting hingga rayon dapat berjalan dengan maksimal.

“Dengan jumlah yang terkontrol dan terukur, kualitas pemahaman terhadap ajaran budi luhur PSHT serta kemampuan fisik para siswa bisa dipantau secara lebih intensif. Kami ingin setiap warga baru yang disahkan benar-benar matang, baik secara mental, spiritual, maupun fisik,” tambahnya.

Ifan Kurniawan juga mengingatkan kepada seluruh warga baru agar ilmu yang telah didapatkan tidak disalahgunakan, melainkan harus diamalkan untuk kebaikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Strategi ini tetap dipertahankan oleh Ifan Kurniawan yang menjabat sebagai Ketua PSHT Cabang Banjarbaru sejak tahun 2013 lalu, di mana pendataan siswa oleh pengurus cabang dilakukan sejak sabuk jambon, dengan masa latihan dua tahun.

“Kita pertahankan masa latihan dua tahun, dengan manajemen latihan yang dinamis sesuai perkembangan zaman, materi seperti senam massal juga kembali kami ajarkan di Banjarbaru, demikian dengan materi lainnya seperti materi baku toya, belati, krippen, dan lainnya.” Jelas Ifan.

Anggota Majlis Luhur PSHT, sekaligus perintis PSHT di Cabang Banjarbaru, Simun Sofyan menjelaskan, prosesi pengesahan ini menjadi bukti nyata komitmen PSHT dalam mencetak generasi penerus bangsa yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki mental spiritual yang kokoh.

“Saat ikut latihan PSHT, kita tekankan pembentukan karakter para siswa, sehingga orang yang ikut latihan bisa menjadi lebih baik dibanding sebelum ikut, jangan malah terbalik.” Tandasnya.

PSHT di Kota Banjarbaru sendiri telah mulai dirintis oleh Simun Sofyan sejak tahun 1984 lalu, di mana kemudian berhasil mengantarkan empat orang angkatan pertama disahkan pada tahun 1986.