Badung, Bali – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Provinsi Bali resmi mengesahkan 35 orang warga baru dalam acara Wisuda Warga Baru yang digelar khidmat di Gedung Graha Budaya Lotring, Kuta, Kabupaten Badung 27 Juni 2026. Acara penuh makna ini berlangsung dalam suasana tertib, hikmat, dan penuh semangat persaudaraan, dihadiri oleh unsur pimpinan pusat, perwakilan organisasi induk, serta jajaran pejabat daerah dan sesama perguruan pencak silat se-Badung.
Prosesi pengesahan dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Pengesah, Kang Mas Senan dari Malang, didampingi oleh jajaran Pengurus Pusat PSHT. Kehadiran istimewa turut hadir dari tingkat nasional, yaitu Kang Mas Sunarno selaku Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) sekaligus menjabat sebagai Ketua Tim Pencak Silat Indonesia. Kehadiran tokoh-tokoh sentral ini menjadi bukti perhatian dan dukungan penuh terhadap perkembangan PSHT serta dunia pencak silat di wilayah Bali.

Undangan acara juga disampaikan secara resmi kepada jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Badung, yang di antaranya dihadiri oleh Kepala Kesbangpol Kabupaten Badung yang mewakili Wakil Bupati Badung, Camat Kuta, Danramil Kuta, serta perwakilan dari Kepala Kepolisian Sektor Kuta melalui Kanit Reserse. Selain itu, turut hadir pengurus IPSI Kabupaten Badung dan seluruh Ketua Perguruan Pencak Silat yang ada di wilayah Kabupaten Badung. Keikutsertaan lintas unsur ini mencerminkan rasa hormat dan sinergi yang terjalin baik antara PSHT dengan pemerintah daerah serta sesama organisasi bela diri.
Acara dimulai tepat waktu dengan pembukaan resmi melalui penyanyian Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan berkumandangnya Mars PSHT, membangkitkan rasa nasionalisme, kebanggaan, dan semangat persaudaraan di hati seluruh hadirin. Rangkaian dilanjutkan dengan serangkaian sambutan dari berbagai pihak yang memberikan arahan, harapan, serta pesan berharga bagi para warga baru yang baru saja dikukuhkan keanggotaannya.
Dalam kesempatan tersebut, David kandara prima selaku ketua panitia menyampaikan sambutan sekaligus kabar penting bagi seluruh warga PSHT se-Bali. Ia mengucapkan selamat atas dikukuhkannya 35 warga baru tersebut dan mengingatkan agar senantiasa mengamalkan ajaran Setia Hati, menjunjung tinggi persaudaraan, serta mengutamakan budi pekerti luhur di atas kemampuan bela diri.

Kang mas Sunarno mewakili Ketua Umum pada kesempatan ini menyampaikan, “Dalam waktu dekat, Pengurus Pusat PSHT akan menyelenggarakan Kejuaraan Dunia (Kejurdun) pencak silat, dan secara resmi Bali ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraannya. Kejuaraan ini akan memperebutkan Piala RM. Imam Koesoepangat, sebagai bentuk penghormatan kepada pendiri dan tokoh besar organisasi kita. Penunjukan ini menjadi kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh warga PSHT di Bali untuk bekerja sama mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, sehingga acara berjalan lancar, tertib, dan membawa nama baik organisasi serta daerah.”
Sementara itu, Ketua Perwakilan Pusat PSHT Provinsi Bali, Kang Mas Edi Kuswanto,SH, menambahkan pesan tegas namun santun: “Saya berpesan kepada seluruh warga baru dan seluruh anggota yang hadir, agar tidak melakukan konvoi atau arak-arakan kendaraan usai acara ini selesai. Tunjukkan bahwa PSHT di Bali memiliki karakter yang berbeda, lebih dewasa, tertib, dan mampu menjaga ketertiban umum. Mari kita buktikan bahwa keberadaan kami membawa manfaat dan ketenangan bagi lingkungan sekitar, serta tunjukkan kesiapan kita dalam menyambut amanah menjadi tuan rumah Kejurdun nanti.”

Pesan-pesan tersebut disambut dengan tepuk tangan meriah dan menjadi komitmen bersama seluruh peserta untuk menjaga citra positif organisasi serta segera memulai persiapan menyambut kejuaraan yang akan datang.
Seluruh rangkaian acara berjalan lancar, aman, dan penuh kekeluargaan hingga selesai. Pengesahan 35 warga baru serta penunjukan Bali sebagai tuan rumah Kejurdun ini menjadi tonggak penting bagi PSHT Provinsi Bali dalam memperluas jaringan persaudaraan, memperkuat barisan, serta melanjutkan perjuangan mewujudkan cita-cita organisasi: menjadi warga negara yang baik, menjaga persatuan, dan mengamalkan nilai-nilai luhur warisan budaya bangsa Indonesia.
Humas
Okta Melkyades