Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Dr. Ir. Muhammad Taufiq SH. M.Sc bersama Anggota Majelis Luhur, Simun Sofyan hadir langsung di Pontiakan, Kalimantan Barat, Minggu (12/7/2026) untuk menemui ratusan pendekar dan pengurus di daerah.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan akrab ini menjadi ajang serap aspirasi, sekaligus membangun dialog interaktif tentang penguatan ikatan persaudaraan antar anggota di Bumi Khatulistiwa.

Kehadiran dua tokoh penting PSHT ini dimanfaatkan untuk berdialog mengenai perkembangan organisasi. Muhammad Taufiq mengingatkan seluruh warga PSHT di Kalimantan Barat untuk selalu membumi dan menjadi manusia yang berbudi luhur.

“Di mana pun kaki kita berpijak, warga PSHT harus menjadi peneduh dan pembawa damai. Kekuatan kita bukan untuk kesombongan, melainkan untuk merajut persaudaraan yang tulus tanpa memandang perbedaan,” Ujar Muhammad Taufiq.

Dalam obrolan bersama para pengurus, Muhammad Taufiq mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga perdamaian dan kerukunan di Kalimantan Barat.

Warga PSHT diharapkan bisa menjadi contoh yang baik serta aktif berkolaborasi dengan masyarakat luas maupun pemerintah daerah setempat.

Pertemuan ini juga mengulas peta bakat olahraga di daerah. Kalimantan Barat dinilai punya potensi besar dalam mencetak atlet pencak silat berprestasi yang siap bersaing di level yang lebih tinggi.

Anggota Majelis Luhur, Simun Sofyan banyak berbagi nasihat, dan pengalaman mengenai teknik pencak silat dan falsafah spiritual organisasi.

Menurutnya, warisan leluhur yang sudah bertahan sejak lebih dari seratus tahun lalu harus tetap dijaga kemurniannya lewat latihan yang konsisten.

“Pencak silat itu bukan sekadar gerak fisik atau jurus bela diri, tetapi tentang bagaimana kita menata hati. Menjaga kemurnian ajaran organisasi berarti kita menjaga moral, etika, dan jiwa ksatria dalam diri setiap generasi muda,” Tegas Simun Sofyan.