JAKARTA — Prestasi membanggakan kembali diraih atlet muda Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Asya Rifalina’s, yang berhasil meraih Juara 1 O2SN tingkat Nasional SD 2026 nomor Seni Jurus Tunggal.

Asya merupakan atlet yang berasal dari Rayon Duri Kepa, PSHT Cabang Jakarta Barat, dan dalam perjalanan pembinaan prestasinya, Asya berlatih dan dibina bersama Sub Rayon Terate Champs, PSHT Cabang Jakarta Selatan, di bawah arahan Coach Topan Ardianto.

Prestasi tersebut diraih pada Kamis, (20/8/2026) dalam ajang O2SN Nasional yang berlangsung di GOR POPKI Cibubur, Jakarta Timur.

Dalam kompetisi tingkat nasional tersebut, Asya tampil membawa nama Provinsi DKI Jakarta dan harus bersaing dengan atlet-atlet terbaik yang merupakan perwakilan dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia.

Dengan penuh percaya diri, Asya mampu menampilkan kemampuan terbaiknya di nomor Seni Jurus Tunggal hingga berhasil menempati posisi teratas dan membawa pulang medali emas O2SN Nasional.

Pencapaian tersebut menjadi semakin istimewa mengingat usia Asya yang masih sangat muda. Namun, usia bukan menjadi penghalang bagi dirinya untuk terus berkembang dan menunjukkan kemampuan di arena pertandingan.

“Asya mulai berlatih sejak usia enam tahun. Sejak saat itu, proses pembinaan terus dilakukan secara konsisten, baik melalui latihan bersama pelatih maupun latihan tambahan di luar jadwal latihan.” Ucap pelatih, Topan Ardianto.

Latihan tidak hanya dilakukan ketika berada di tempat latihan, Asya juga aktif melakukan latihan mandiri di rumah. Setiap gerakan dan proses latihan dilakukan secara berulang untuk meningkatkan teknik, ketepatan gerakan, fisik, serta mental bertanding.

“Menariknya, perjalanan latihan tersebut juga rutin didokumentasikan oleh keluarga dan diunggah melalui media sosial.” Ucap orang tua Asya.

Bagi keluarga Asya, dokumentasi tersebut bukan hanya sebagai arsip perjalanan prestasi, tetapi juga menjadi sarana untuk berbagi semangat kepada anak-anak dan atlet muda lainnya.

Melalui video-video latihan tersebut, Asya diharapkan dapat memberikan contoh bahwa prestasi tidak datang secara instan. Dibutuhkan latihan yang konsisten, kedisiplinan, keberanian, dukungan orang tua, serta bimbingan pelatih untuk mencapai sebuah prestasi.

Perjalanan Asya sendiri telah menghasilkan catatan prestasi yang cukup mengesankan. Hingga saat ini, ia telah mengoleksi 35 medali, dengan rincian 33 medali emas, 1 medali perak, dan 1 medali perunggu.

Catatan tersebut menunjukkan konsistensi Asya dalam mengikuti berbagai pertandingan sejak usia dini.

“Bahkan pada awal perjalanannya, Asya selalu mengikuti pertandingan kategori Usia Dini dua, walaupun umur asya waktu itu belum masuk dalam kategori tersebut.” Jelas Topan

Kesempatan inilah yang justru menjadi bagian penting dalam proses pembentukan mental dan pengalaman bertandingnya.

Dari pertandingan demi pertandingan, Asya terus belajar. Setiap kemenangan menjadi motivasi untuk berkembang, sementara setiap kekalahan menjadi bahan evaluasi untuk kembali berlatih lebih keras.

Kini, kerja keras tersebut membuahkan hasil di panggung nasional.

Juara 1 O2SN Nasional SD 2026 menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan Asya sebagai atlet muda.

“Prestasi ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi Asya dan keluarganya, warga DKI Jakarta, serta seluruh Keluarga Besar PSHT.” Tambah Topan.

Keberhasilan Asya juga menjadi gambaran bahwa pembinaan atlet sejak usia dini dapat menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi yang berprestasi.

Dari latihan sederhana di rumah, latihan bersama pelatih, hingga akhirnya tampil di panggung nasional membawa nama DKI Jakarta.

Kisah Asya menjadi pesan bagi para atlet muda lainnya bahwa tidak ada prestasi besar tanpa proses yang panjang.

“Terus berlatih, terus belajar, tetap rendah hati, dan jangan pernah berhenti mengejar mimpi.” Pungkas Topan.