SAMARINDA – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) se-Kalimantan Timur resmi mengesahkan 212 warga baru Tingkat I. Prosesi sakral yang mempertemukan ratusan pendekar baru tersebut berlangsung khidmat di Gedung Olahraga (GOR) Segiri, Kota Samarinda, pada Sabtu (20/6) malam.

Acara akbar ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum PSHT, Dr. Ir. Muhammad Taufiq, S.H., M.Sc., beserta jajaran pengurus pusat, anggota Majlis Luhur, perwakilan provinsi, hingga pengurus cabang kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PSHT Muhammad Taufiq memberikan penekanan khusus mengenai arah perkembangan organisasi ke depan.

Ia mengingatkan bahwa pertumbuhan kuantitas atau jumlah anggota PSHT yang melesat tajam di tanah Borneo harus selalu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas individu.

“Perkembangan kuantitas yang besar ini merupakan amanah yang berat. Oleh sebab itu, pertumbuhan jumlah anggota harus selalu diiringi dengan kualitas spiritual, mental, dan moral yang tinggi,” ujar Muhammad Taufiq di hadapan ratusan pasang mata yang memadati GOR Segiri.

Lebih lanjut, Ketua Umum juga menegaskan bahwa menjadi bagian dari keluarga besar PSHT bukan sekadar menguasai kemampuan fisik ataupun teknik bela diri di atas gelanggang. Lebih dari itu, setiap warga baru dituntut untuk mengimplementasikan ajaran luhur organisasi di kehidupan sehari-hari.

“Seorang warga PSHT wajib berbudi luhur, tahu benar dan salah, serta mampu menjadi teladan yang membawa kedamaian dan dampak positif di tengah masyarakat,” imbuhnya.

Sementara Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PSHT Kalimantan Timur, Nur Ali mengucapkan banyak terimakasih atas keberhasilan pelaksanaan acara yang tidak lepas dari kerja sama berbagai unsur.

“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkorban waktu, tenaga, pikiran, bahkan materi demi terselenggaranya kegiatan ini,” ujarnya.

Dengan pengesahan 212 warga baru ini, PSHT Kaltim diharapkan dapat terus mencetak generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan ikut menjaga kondusivitas serta soliditas di wilayah Kalimantan Timur.