(Foto bersama Pengurus PSHT Kabupaten Semarang dengan Stikes Ar Rum, Sabtu (3/10/2026)
Menjadi pesilat bukan hanya tentang sebatas menguasai gerak dan teknik, tubuh yang digunakan untuk berlatih juga perlu dijaga agar tetap sehat dan mampu menjalani proses latihan dengan baik.
Kesadaran inilah yang mendasari Program Si Cegah Anemia antara STIKES AR-RUM dengan PSHT Kabupaten Semarang di bidang kesehatan. Program melalui Hibah BIMA PMP 2026 STIKES AR-RUM ini berlangsung selama enam bulan dengan peserta usia 15-18 tahun.
Program resmi ditutup sekaligus memasuki tahap Rencana Tindak Lanjut (RTL) pada Sabtu (3/10/2026) di Sekretariat Training Centre (TC) Beji, Ungaran.
Selama program, peserta mendapatkan sosialisasi dan berbagai pelatihan, baik praktik langsung maupun pemanfaatan teknologi. Kegiatan juga telah melalui dua kali evaluasi, salah satunya oleh profesor dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Dari 32 peserta, sebanyak 26 orang dinyatakan lolos sebagai Kader Kesehatan PSHT Kabupaten Semarang. Mereka merupakan perwakilan dari 12 Ranting dan empat Komisariat.
Ketua Cabang PSHT Kabupaten Semarang, yang akrab disapa Mas Tris, berharap para kader dapat membawa manfaat lebih luas.
“Semoga kader yang lolos selalu membawa manfaat bagi organisasi dan masyarakat,” harapnya.
“Tentunya ilmu yang didapatkan dapat ditularkan kepada anggota lainnya,” imbuhnya.
Salah satu perhatian dalam program tersebut adalah persoalan anemia. Ketua Tim Program, Serafina Damar Sasanti, S.Kep., Ns., M.Kes., menyampaikan adanya perkembangan positif dari hasil pemantauan peserta selama ini.
“Selama kurun waktu setelah pengecekan, anemia para peserta yang dicek mengalami perbaikan,” kata Serafina.
Serafina juga mengapresiasi kebersamaan yang terbangun selama bekerja bersama PSHT Kabupaten Semarang.
“Sangat nyaman, PSHT Kabupaten Semarang kompak dan menjunjung tinggi persaudaraan,” tegasnya.
Bagi PSHT, pengetahuan kesehatan memiliki kaitan erat dengan aktivitas latihan. Pola makan, istirahat dan kondisi tubuh menjadi penting karena latihan pencak silat umumnya berlangsung pada malam hari.
Sekretaris Cabang PSHT Kabupaten Semarang, FX. Endy Harsanto, yang mengawal kegiatan selama enam bulan, menilai program tersebut memberikan manfaat bagi organisasi.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami,” ungkap pria yang akrab disapa Endy Lintang tersebut.
Menurutnya, manfaat yang diperoleh antara lain pengetahuan mengenai pola makan dan istirahat.
“Pola makan, apa yang dimakan, istirahat teratur dan ilmu pengetahuan,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, STIKES AR-RUM dan PSHT Kabupaten Semarang menandatangani komitmen bersama serta melakukan serah terima peralatan cek kesehatan untuk digunakan para kader.
Dengan demikian, berakhirnya program bukan berarti berakhir pula prosesnya, 26 kader kini membawa bekal pengetahuan untuk menjaga kesehatan diri sekaligus membantu menjaga saudara di lingkungan latihan masing masing.
Sebab dalam pencak silat, membentuk pesilat bukan hanya tentang tubuh yang kuat, ada pula tanggung jawab untuk menjaga diri, menjaga saudara, dan memberi manfaat bagi masyarakat.