(Suasana latihan di Sekretariat PSHT Ranting Liang Anggang, Sabtu (29/8/2026) foto:// Humas Pusat)
Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Liang Anggang, Cabang Banjarbaru mulai menyesuaikan pola latihan di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Penyesuaian tersebut disampaikan dalam latihan gabungan ranting di Sekretariat PSHT Ranting Liang Anggang, Jalan Berkat Mufakat, Landasan Ulin Barat, Sabtu (29/8/2026), melalui sosialisasi kesehatan olahraga kepada siswa dan warga PSHT.
Kondisi kualitas udara Banjarbaru sebelumnya sempat mencapai kategori Berbahaya. Data BMKG mencatat konsentrasi PM2,5 mencapai 389,4 mikrogram per meter kubik pada pekan keempat Agustus 2026 saat pukul 07.00 WITA.
Kondisi tersebut dikaitkan dengan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta cuaca yang kering saat kemarau panjang melanda Banjarbaru seperti sekarang.
Bagi PSHT Ranting Liang Anggang, kondisi tersebut menjadi pertimbangan karena sebagian besar latihan pencak silat dilaksanakan di ruang terbuka.
Materi kesehatan olahraga disampaikan Ketua Rayon Landasan Ulin Tengah, Ranting Liang Anggang, Muhammad Anton Nur Ihza Abdillah, yang berprofesi sebagai apoteker.
Ia menjelaskan bahwa saat berolahraga, frekuensi dan kedalaman pernapasan meningkat sehingga kondisi udara menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.
“Saat olahraga, napas jadi lebih dalam dan cepat, tapi kondisi lagi kabut asap, jadi prosedur kesehatan ini perlu kita perhatikan, apalagi kegiatan latihan kita rata-rata outdoor,” ujar Anton.
Menurut Anton, latihan tidak harus dihentikan selama kondisi udara kurang baik. Namun, intensitas dan durasi latihan perlu disesuaikan dengan keadaan.
Ia menyarankan latihan lebih diarahkan pada penguasaan materi, seperti senam dasar dan jurus, sementara aktivitas dengan intensitas tinggi dikurangi.
“Turunkan intensitas. Kita bisa pilih latihan lebih berfokus di materi senam dasar dan jurus, hindari cardio tinggi seperti lari, soalnya kualitas udara kurang mendukung,” jelasnya.
Anton juga menjelaskan bahwa partikulat halus seperti PM2,5 dapat masuk ke saluran pernapasan. Karena itu, aktivitas fisik berintensitas tinggi di tengah kualitas udara yang buruk perlu dipertimbangkan secara matang.
Sekretaris PSHT Cabang Banjarbaru, Sojianto, mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian tidak hanya bagi pelatih, tetapi juga pengurus rayon dalam mengatur skala prioritas latihan.
“Kegiatan di Ranting Liang Anggang bagus sekali, bersifat edukatif. Harapannya materi seputar kesehatan olahraga di kondisi kabut asap bisa dipahami semua kalangan,” tuturnya.

(Sekretaris PSHT Cabang Banjarbaru, Sojianto saat memberi edukasi tentang olahraga di Sekretariat Ranting Liang Anggang)
Menurut Sojianto, manajemen latihan perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Keselamatan siswa juga harus diperhatikan setelah kegiatan selesai, terutama ketika mereka melakukan perjalanan pulang pada malam hari.
Ia mengatakan kabut asap yang semakin pekat pada malam hingga pagi hari dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko bagi siswa yang berkendara.
“Gak cuma di latihan, kabut asap mulai turun pukul 21.00, makin pekat sampai pagi. Keselamatan siswa pulang di jalan sampai ke rumah perlu diperhatikan, karena kabut menghalangi jarak pandang,” tegasnya.
Dengan kondisi tersebut, latihan PSHT di Liang Anggang tidak hanya diarahkan untuk menjaga aktivitas tetap berjalan, tetapi juga menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan.
Bagi pengurus, semangat berlatih tetap penting, namun kesehatan dan keselamatan siswa menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari proses latihan.