(Ketua Umum PSHT, Dr. Ir. Muhammad Taufiq SH. M.Sc (tengah) saat menghadiri pengesahan. Foto:// Pengprov Kalbar)
Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) terus melestarikan warisan budaya bangsa di Bumi Khatulistiwa. Kali ini, Pengurus Provinsi (Pengprov) Kalimantan Barat menggelar Pengesahan Warga Baru se-Kalbar di Pendopo Gubernur, Kota Pontianak, Sabtu (11/7/2026).
Total ada sebanyak 88 warga baru perwakilan dari 7 cabang yang resmi disahkan dalam prosesi khidmat. Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum, Dr. Ir. Muhammad Taufiq, S.H., M.Sc., Anggota Majelis Luhur, Simun Sofyan, serta sejumlah jajaran pengurus pusat lainnya.
Momentum ini menjadi panggung utama dalam mengedepankan pengenalan budaya pencak silat ke tengah masyarakat luas. Dalam arahannya, Ketua Umum Muhammad Taufiq menegaskan bahwa pengesahan ini merupakan langkah regenerasi penting untuk menjaga eksistensi pencak silat.
“Pencak silat bukan hanya tentang ketangkasan fisik atau bela diri, ini adalah identitas bangsa kita,” seru Ketua Umum.
“Tugas warga baru yang disahkan hari ini adalah menjadi garda terdepan dalam mengenalkan kekayaan tradisi, kedisiplinan, dan nilai persaudaraan pencak silat kepada masyarakat modern,” ujar Muhammad Taufiq.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan Majelis Luhur PSHT, Simun Sofyan, memberikan pesan mendalam kepada puluhan warga baru untuk tegak lurus dalam menjalankan ajaran.
Simun Sofyan menekankan pentingnya internalisasi ajaran PSHT agar berdampak nyata pada perilaku sehari-hari di tengah kehidupan bermasyarakat, dan tidak hanya sebatas menjadi seremoni saja.
“Semua warga yang disahkan wajib berpegang teguh pada ajaran luhur organisasi, tolok ukur keberhasilan latihan kita adalah perubahan perilaku,” tegasnya.
“Orang yang ikut PSHT harus menjadikan hidupnya lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih berbudi luhur dari sebelum mereka ikut latihan. Jangan sampai semua hanya sebatas sampai di pengesahan saja.” tandas Simun Sofyan.
Dengan kehadiran 88 warga baru ini, mereka diharapkan mampu menjadi duta budaya yang merangkul generasi muda agar lebih mencintai budaya lokal, khususnya pencak silat di tengah gempuran tren global.
Dengan kekayaan gerak yang dimiliki, hal ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pencak silat adalah karya seni budaya bangsa yang patut dibanggakan dan terus dilestarikan bersama.