SEMARANG – Pengurus Provinsi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Jawa Tengah mengadakan pelatihan beladiri praktis, bertempat di Hotel Citra Dewi 3 Bandungan, Kabupaten Semarang 4-5 Mei 2024.

Kegiatan Pelatihan yang digelar  selama dua hari ini, diikuti 55 peserta dari 19 perwakilan cabang PSHT yang ada di Provinsi Jawa Tengah.

Cabang yang mengirimkan utusan, diantaranya Karanganyar, Kendal, Batang, Boyolali, Salatiga, Grobogan, Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Kota Semarang, Klaten, Kab. Semarang, Pemalang, Purworejo, Sragen, Temanggung, Wonogiri, Wonsobo, Kudus, dan Blora.

Kegiatan ini dihadiri, Dr. Ir. H Muhammad Taufiq, SH. M.Sc (Ketua Umum PSHT), Ir. Nurahdi Abas (Dewan Penasehat Pengprov Jawa Tengah), AM, Agus Subagyo, SH. (Biro Umum PSHT Pusat), M. Agus Susilo. SH.M.Si. (Departemen Pembinaan Organisasi PSHT Pusat).

Materi yang diberikan selama TOT bela diri praktis ini, meliputi pemahaman anotomi tubuh dan titik-titik lemah yang terdapat pada tubuh manusia, dan gerak dasar bela diri praktis beserta aplikasinya.

dr. Kun Sriwibowo Sp.B.Finacs selaku pemateri, menekankan bahwa selaku praktisi beladiri praktis harus menguasai dua komponen ini.

”Seorang praktisi beladiri harus tahu anatomi tubuh, dan titik lemah, dan beladiri ini ada yang statis dan dinamis. Kalo Statis ini, kita pegang tangan kemudian kita banting, kemudian kalo dinamis ada gerakan,” beber dr. Kun Sriwibowo.

“Untuk Dinamis ini sendiri ini ada 1 sampai 13 gerakan, dan masing maing peserta harus bisa menguasai ke 13 gerakan ini agar bisa mengaplikasikan. Dan Falsafah beladiri praktis ini adalah meminjam tenaga lawan, artinya dalam kelembutan ada kekuatan,” sambungnya.

Tujuan Diadakannya kegiatan ini, merupakan bagian dari program pengembangan pengurus pusat, khususnya pada bagian biro pengembangan beladiri praktis, Sebagaimana disampaikan Ketua Umum PSHT, DR. Ir. H Muhammad Taufiq SH, MSc yang turut hadir dalam pelaksanan kegiatan ini.

“Jadi kegiatan latihan beladiri praktis ini merupakan upaya merekatkan hubungan persaudaraan kita, dan yang paling penting adalah mengembangkan keilmuan yang kita miliki,” ujarnya.

Mas Taufiq, merasa Bersyukur dan mengapresiasi penuh atas upaya penggalian dan pengembangan yang terus dilakukan Mas Kun, selaku Departemen Teknik Pencak Silat Beladiri praktis PSHT Pusat.
 
”Kita layak bersyukur bahwa Mas Kun ini berhasil mengembangkan teknik teknik dari dasar senam, maupun jurus, yang telah dikembangkan oleh Mas Irsyad maupun Eyang Suro, menjadi materi beladiri praktisi. Untuk itu kita ingin materi yang sudah dikembangkan Mas Kun ini, kita susun kurikulumnya yang baik sehingga pada saatnya nanti, kita bisa mengembangkan sistem beladiri praktis ini secara berjenjang, baik itu mulai dari tingkat nasional, propinsi maupun tingkat cabang” bebernya

Harapan Mas Taufiq, Kegiatan ini, menjadi salah satu saluran bagi warga PSHT yang jumlah terus bertambah setiap tahunnya. Baik dari segi prestasi, ajaran maupun beladiri praktis. Dan Khusus beladiri praktis ini harapannya bisa berkembang lagi menjadi beladiri praktis untuk pengamanan diri dan lingkungan, dan beladiri praktis untuk profesi.

Dari sisi peserta, Diadakannya pelatihan Bela diri diri praktis ini, disamping menambah wawasan, juga mempermudah warga PSHT dalam mengaplikasikan jurus dan senam dasar PSHT. Hal ini disampaikan oleh salah satu peserta pelatihan, yaitu Mas Sugeng Riyadi selaku perwakilan cabang Boyolali.

”sangat penting untuk beladiri praktis itu, karena sebagai pengaplikasian dari gerak jurus, kripen, gerak senam, yang sangat dibutuhkan dalam kehiduapn sehari hari. Yang sebagaimana, tindak kriminal yang terjadi akhir akhir ini, sebagaimanana sering terjadi pembegalan, pemerkosanan, sangat praktis dan mudah diajarkan bagi kalangan yang pemula atau masyarakat sekitar” terang Sugeng Riyadi.

Kegiatan selama dua hari ini, Panitia disamping memfasilitasi kegiatan pelatihan beladiri praktis, panitia juga mengadakan Talkshow yang menghadirkan Mas Suwardi Becak lawu, Erie Wicaksono panggayuh, S.H. Kabid Pengembangan Beladiri Praktis Kab. Semarang, Serta hartato juara One Pride.

Acara Talkshow ini, berisi sharing pengalaman, cerita perjalanan dan motivasi dari ketiga Atlet Nasional Beladiri profesional ini. Puncaknya Mas Suwardi membagikan Sedikit, Ilmu, Teknik, dan Kuncian yang biasa digunakan dalam pertarungan Mix martial Art (MMA).

H. Sutris Joto Sudarto, Selaku Ketua PSHT Cabang Kab. Semarang, mengucapkan terima kasih kepada pengprov PSHT jawa yang sudah memberikan kepercayaan PSHT Cabang Kab. SeEmarang menjadi Tuan rumah, dan penyelenggara kegiatan ini.

Acara ditutup dengan halal bi halal anggota PSHT se-jawa tengah, dengan mendengarkan tausiah dari Habib Mukhsin (Pemalang), kemudian dilanjutkan salam-salaman seluruh anggota yang hadir. Selesai.