Salam Persaudaraan!

Tepat pada hari ini, 10 Oktober, keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) mengenang sosok Eyang Santoso Kartoatmodjo, tokoh bersejarah yang memiliki peran penting dalam perjalanan organisasi.

Lahir pada 10 Oktober 1910, beliau tercatat sebagai Ketua Umum pertama PSHT setelah Anggaran Dasar (AD) pertama dirumuskan dan disahkan dalam Kongres Pertama yang diselenggarakan di kediaman beliau, Jalan Srigading Nomor 1, Madiun, pada 25 Maret 1951.

(Kubur Eyang Santoso Kartoatmodjo, di Surabaya, Jawa Timur)

Beliau bukanlah sosok sembarangan, darah pendekar mengalir dari sang ayah, Kartodimedjo (Kerto Lampu), yang merupakan saudara Setia Hati (SH) dengan Ki Hadjar Hardjo Oetomo dari wadah Persaudaraan Setia Hati yang didirikan Eyang Surodiwiryo (Muhammad Masdan).

Amanah sang ayah yang menitipkan Eyang Santoso langsung di bawah gemblengan Ki Hadjar Hardjo Oetomo menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah lahirnya kader tangguh pembawa obor Setia Hati Terate.

(Foto: Anggota Tim Humas Pusat PSHT, Sojianto saat berziarah ke kubur Eyang Santoso Kartoatmodjo di Surabaya, Jawa Timur)

Sejarah organisasi ini juga tidak dapat dipisahkan dari peran sang istri, Ibu Ester Sumini, yakni sosok bersejarah yang merancang dan membordir lambang pertama PSHT.

(Foto: Ibu Ester Sumini, isteri Eyang Santoso Kartoatmojo)

Dari kediaman bersejarah di Jalan Srigading Nomor 1, Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kota Madiun, keduanya membina kader, melatih, serta mengesahkan para warga pendahulu yang menjadi bagian dari perjalanan panjang PSHT.

Semboyan Eyang Santoso Kartoatmodjo yang terus dikenang hingga kini menjadi pengingat sekaligus kompas moral bagi generasi penerus dalam menjalankan amanah organisasi:

“Setia pada janji, taat pada perintah, jalan terus, pantang menyerah!”

-Doa Bersama

Atas nama Pengurus Pusat PSHT di bawah kepemimpinan Ketua Umum Dr. Ir. Muhammad Taufiq, S.H., M.Sc., kami mengajak seluruh warga PSHT di Nusantara maupun mancanegara untuk bersama-sama memanjatkan doa terbaik bagi para pendahulu yang telah berjasa dalam merintis dan membesarkan organisasi.

Ya Tuhan Yang Maha Esa, terimalah segala amal bakti, keringat, dan perjuangan Eyang Santoso Kartoatmodjo, Ibu Ester Sumini, Bapak Kartodimedjo, serta Ibu Suminah.

Tempatkanlah mereka di tempat terbaik di sisi-Mu. Jadikanlah warisan budi luhur dan semangat persaudaraan yang telah mereka rintis sebagai ladang pahala yang tidak terputus.

Anugerahkanlah kepada kami, generasi penerus, kekuatan dan keteguhan hati untuk menjaga marwah PSHT, senantiasa berpijak pada kebenaran, menepati janji, serta pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan.

Selamat memperingati 116 tahun hari lahir Eyang Santoso Kartoatmodjo, karya dan pengabdianmu akan terus dikenang. Namamu akan senantiasa harum, seiring mekarnya bunga Terate.

Rahayu, Rahayu, Rahayu.

Humas Pengurus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate