Ketua Panitia Parapatan Luhur (Parluh) PSHT 2026, Mayjen TNI Dr. Totok Imam Santoso, S.I.P., S.Sos., M.Tr (Han) serukan persatuan dan rekonsiliasi akbar bagi seluruh warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).
Seruan ini disampaikan menjelang pelaksanaan agenda besar organisasi yang akan dipusatkan di Padepokan Agung, Jl. Merak Nomor 10 Madiun.
Totok Imam Santoso mengakui dinamika dan perbedaan pandangan internal dalam beberapa tahun terakhir telah menguras energi serta sempat menurunkan citra dan prestasi organisasi.
“Mari kesampingkan ego dan rajut kembali kerukunan di rumah kita, Padepokan Agung Madiun. Tegakkan menang tanpa ngasorake demi prestasi dan kemaslahatan masyarakat.” Ajaknya.
Oleh karena itu, momentum Parluh 2026 diarahkan sebagai wadah silaturahmi untuk menyelesaikan perbedaan (tabayun) dan merajut kembali tali persaudaraan.
Ia juga menegaskan bahwa Padepokan Agung Madiun merupakan rumah bersama bagi seluruh warga PSHT. Menurutnya, pelaksanaan Parluh kali ini bukan merupakan ajang persaingan untuk saling mengalahkan, melainkan sarana untuk mengesampingkan ego sektoral.
“Mari kesampingkan ego dan rajut kembali kerukunan di rumah kita, Padepokan Agung Madiun. Tegakkan menang tanpa ngasorake demi prestasi dan kemaslahatan bersama.” Tegasnya.
Melalui agenda ini, pengurus pusat mengajak seluruh anggota untuk bergerak bersama demi masa depan PSHT yang taat hukum, berprestasi, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Komitmen ini ditegaskan dengan memegang teguh ajaran luhur menang tanpa ngasorake (menang tanpa merendahkan) serta sura dira jayaningrat, lebur dening pangastuti (kejahatan lebur oleh kebaikan).
“Menang tanpa ngasorake. Sura dira jayaningrat, lebur dening pangastuti.” Pungkasnya.