(Ketua Umum PSHT, Dr. Ir. Muhammad Taufiq SH. M.Sc saat memberi arahan, Foto:// Istimewa)
Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Dr. Ir. Muhammad Taufiq, S.H., M.Sc., menyampaikan pesan resmi kepada seluruh anggota organisasi dalam rangka memperingati tahun 1448 Hijriyah.
Dalam imbauannya, beliau menekankan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta memperkuat refleksi diri spiritual, di antaranya dengan merenungi kembali isi sumpah bersama, pepacuh, dan wasiat SH Terate.
“Momentum Suro dan pergantian tahun baru ini harus dijadikan sarana untuk mawas diri (mulat sarira hangrasa wani) dan mengoreksi diri atas apa yang telah dilakukan setahun lalu,” ujar Muhammad Taufiq dalam keterangannya saat diwawancarai di Sragen.
Beliau menegaskan bahwa seluruh warga PSHT dilarang melakukan hal hal yang bertentangan dengan menjaga ketertiban umum, oleh karena itu para warga PSHT penting sekali untuk memahami kembali isi wasiat SH Terate.
“Kita ini bersaudara atas dasar prinsip, apa itu?, ilmu SH kita jalankan, pepacuh, wasiat, dan sumpah bersama tidak ada yang kita langgar. Ini baru namanya persaudaraan kita ini benar.” Tegasnya.
“Di antara isi wasiat SH Terate adalah mampu menjaga ketentraman, dan ketertiban. Jadi mari bersama sama kita pahami kembali isi wasiat supaya momen tahun baru ini dipenuhi keberkahan.” Tambahnya.
Muhammad Taufiq juga mengajak seluruh pengurus dan warga PSHT untuk mengisi malam di bulan Muharram (Suro) dengan kegiatan doa bersama serta tirakatan di wilayah masing-masing.
Selain itu, Muhammad Taufiq juga memberikan pesan khusus kepada para calon anggota baru yang menjalani prosesi pengesahan pada bulan Suro ini. Ia mengingatkan agar para pendekar baru dapat menerapkan ajaran budi luhur, membela kebenaran, serta menjadi pelopor kedamaian di tengah lingkungan tempat tinggal mereka.
“Bagi para warga baru yang telah disahkan, tolong pegang teguh prinsip pepacuh, sepuluh wasiat sebagai tujuan, dan isi sumpah bersama untuk dapat menjaga persaudaraan baik lahir maupun batin dengan saling menghamat hamati.” Jelasnya.
Muhammad Taufiq selaku Ketua Umum PSHT juga mengajak para warga anggota untuk mentaati manajemen organisasi, dan menegaskan akan menindak tegas oknum anggota yang melanggar aturan hukum maupun AD/ART organisasi selama rangkaian kegiatan Suro berlangsung.
“Tata kelola organisasi itu merupakan wadah kita bersama, jadi jangan sampai kita melanggar pepacuh yaitu pagar ayu, artinya jangan kita mengambil apa yang bukan hak kita, termasuk merampas hak milik orang lain.” Tandasnya.