(Foto: Ketua Umum PSHT, Dr. Ir. Muhammad Taufiq SH. M.Sc Foto:// istimewa)
Peringatan Hari Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Dr. Ir. Muhammad Taufiq, SH. M.Sc, menegaskan bahwa wasiat dan sumpah bersama PSHT memuat komitmen untuk mewujudkan semangat Sumpah Pemuda melalui persaudaraan dan sikap tolong menolong.
Muhammad Taufiq menjelaskan, dalam wasiat PSHT yang mengatur tugas dan kewajiban warga, khususnya butir 1 huruf j, terkandung pesan yang berkaitan dengan pelaksanaan Sumpah Pemuda.
Menurutnya, komitmen tersebut juga tercermin dalam sumpah bersama yang mengikat warga PSHT untuk senantiasa memelihara persaudaraan lahir dan batin dengan saling mengingatkan serta menasihati.
“Dalam wasiat PSHT terkait dengan tugas dan kewajiban warga pada butir 1 huruf j adalah dalam rangka pelaksanaan Sumpah Pemuda. Begitu juga dalam makna sumpah bersama, sanggup memelihara persaudaraan lahir batin dengan saling hamat-hamati, saling nasihat-menasihati,” ungkap Muhammad Taufiq.
Ketua Umum PSHT menekankan, persaudaraan bukan hanya ikatan di antara sesama warga PSHT, melainkan juga harus diwujudkan dalam hubungan dengan masyarakat luas.
Semangat persatuan yang menjadi cita-cita Sumpah Pemuda perlu diterjemahkan melalui tindakan nyata, termasuk memperkuat kepedulian dan membantu sesama.
“Komitmen ini ditegaskan dalam wasiat PSHT yang berbunyi, “Kekal dalam persaudaraan, menguatkan sifat tolong-menolong di antara sesama umat manusia umumnya, bangsa Indonesia khususnya, terutama dengan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate.” terangnya.
Pesan itu menempatkan persaudaraan sebagai landasan untuk membangun kepedulian sosial, dengan cakupan yang luas, mulai dari sesama anggota organisasi hingga sesama anak bangsa dan umat manusia.
Dengan demikian, bagi warga PSHT, memperingati Sumpah Pemuda tidak cukup hanya dengan mengenang ikrar persatuan yang lahir pada 28 Oktober 1928.
Komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui pelaksanaan wasiat dan sumpah bersama, yakni menjaga persaudaraan, saling menasihati, serta memperkuat budaya tolong-menolong dalam kehidupan sehari-hari.