BANJARBARU — Semarak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Komplek Griya Ulin Makmur, Jl. Pelipisan 7, Landasan Ulin Tengah, Banjarbaru, berlangsung dengan melibatkan berbagai kelompok usia.

PSHT Ranting Liang Anggang turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan yang digelar bersama warga di fasilitas umum komplek tersebut pada Sabtu (15/8/2026) sore.

Rangkaian kegiatan berlangsung sejak Sabtu sore, Minggu sore, hingga Senin. Selain berbagai perlombaan, kegiatan juga diisi dengan karnaval dan jalan santai yang diikuti masyarakat dari empat blok dengan sekitar 160 rumah.

Peserta kegiatan terbagi dalam sejumlah kategori, mulai dari balita, remaja, kelompok dewasa, hingga ibu-ibu. Keterlibatan berbagai kelompok usia tersebut menjadi bagian dari upaya warga mempererat kerukunan dan kebersamaan di lingkungan komplek.

Tokoh masyarakat sekaligus Ketua Komplek Griya Ulin Makmur, Suryani mengatakan keberadaan kegiatan latihan pencak silat PSHT turut memberikan kontribusi positif bagi lingkungan, termasuk dalam menjaga suasana keamanan komplek.

“Untuk komplek jadi aman, latihan pencak silat di sini punya kontribusi bagus buat lingkungan, sekaligus jaga komplek karena ada kegiatan,” ujar Suryani.

Menurutnya, latihan pencak silat penting untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya bangsa sekaligus memberikan ruang positif bagi generasi muda.

“Latihan pencak silat positif buat terus bertumbuh melestarikan budaya bangsa. Kita warga komplek juga mendukung, karena ini bagus khususnya untuk pertumbuhan karakter remaja,” katanya.

Suryani berharap rangkaian kegiatan dalam momentum kemerdekaan tersebut dapat semakin mempererat hubungan antar warga dan menciptakan lingkungan yang lebih rukun.

“Harapan untuk komplek, masyarakat bisa lebih rukun, dan komunikasi terus terjaga,” ujarnya.

Ketua PSHT Ranting Liang Anggang, Mulyadi mengatakan keterlibatan anggotanya dalam kegiatan kemerdekaan di komplek tempat latihan merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang baik dengan masyarakat.

“Kami ingin PSHT tidak hanya dikenal melalui kegiatan latihan pencak silat, tetapi juga dapat hadir dan berbaur bersama masyarakat. Momentum kemerdekaan ini menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan dengan warga sekitar,” ungkapnya.

Mulyadi menambahkan, keterlibatan dalam kegiatan lingkungan diharapkan dapat menjadi kebiasaan positif bagi anggota PSHT, khususnya generasi muda, untuk ikut mengambil bagian dalam kehidupan bermasyarakat.

“Harapannya, hubungan antara PSHT dan masyarakat di sekitar tempat latihan semakin baik. Anggota juga belajar bahwa persaudaraan bukan cuma dibangun di tempat latihan, tapi juga melalui kepedulian dan kebersamaan dengan masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi PSHT Ranting Liang Anggang dalam kehidupan sosial masyarakat di lingkungan tempat mereka menjalankan aktivitas latihan.