Pengurus Provinsi (Pengprov) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kalimantan Selatan menggelar rapat koordinasi di Kandangan, Hulu Sungai Selatan pada Minggu (2/8/2026).

Rapat yang dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus cabang se-Kalsel ini fokus membahas empat agenda strategis organisasi, yakni kesiapan menyukseskan Parapatan Luhur, pembaruan teknis kepelatihan sesuai perkembangan zaman, peningkatan aksi sosial, serta penguatan pembinaan ajaran budi luhur.

“Pengprov bersama 13 cabang yang ada di Kalsel siap sukseskan Parapatan Luhur 2026, dan dari segi organisasi, kami juga menaruh perhatian serius terhadap pilar pokok kegiatan organisasi, tidak hanya pencak silat, tapi juga manajemen organisasi yang baik, dan keterlibatan dalam aksi sosial.” Ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Ketua Pengprov PSHT Kalsel, Saidi, menyoroti tajam stigma negatif yang terkadang masih melekat pada organisasi di mata masyarakat akibat ulah oknum.

Ia meminta dengan tegas agar seluruh warga dan anggota PSHT di Kalimantan Selatan mampu menjadi teladan dan aktif menjaga nama baik organisasi di lapangan.

“Kita tidak boleh menutup mata bahwa citra organisasi kita kerap dianggap negatif oleh sebagian kalangan. Saya minta seluruh warga PSHT Kalsel terus menjaga sikap, menahan diri, dan membuktikan bahwa kita adalah insan yang berbudi luhur,” ujar Saidi.

Terkait teknis kepelatihan dan sosial, Saidi menambahkan bahwa materi latihan harus terus berkembang mengikuti zaman tanpa menghilangkan jati diri pencak silat, serta meminta pengurus memperbanyak aksi nyata di tengah masyarakat Banua.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Majelis Luhur PSHT, Simun Sofyan, memberikan arahan strategis mengenai keterlibatan pengurus dalam menentukan arah masa depan organisasi.

“Pengurus di semua tingkatan memiliki tanggung jawab besar untuk menentukan arah organisasi ke depan. Melalui momentum Parapatan Luhur nanti, mari kita satukan visi, perkuat tata kelola organisasi, dan pastikan ajaran budi luhur benar-benar tertanam dalam perilaku sehari-hari,” tegas Simun Sofyan.