Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) memastikan Parapatan Luhur (Parluh) 2026 tetap digelar di Padepokan Agung Madiun, Jalan Merak Nomor 10, Kota Madiun, pada 25–27 September 2026 mendatang.

Kepastian tersebut kembali ditegaskan Ketua Umum PSHT, Dr. Ir. H. Muhammad Taufiq, S.H., M.Sc., dalam konferensi pers di Madiun, Selasa (8/9/2026).

Ia menyampaikan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk penyusunan materi yang akan menjadi bahan pembahasan dalam Parluh.

“Alhamdulillah, persiapan sudah kita lakukan dengan baik, termasuk semua materi juga sudah selesai,” ujar Taufiq.

Menurutnya, Parluh 2026 bukan sekadar agenda organisasi lima tahunan, forum ini diharapkan menjadi ruang untuk mempertemukan kembali seluruh warga PSHT yang selama ini memiliki perbedaan pandangan.

“Parapatan Luhur nanti bisa mengakrabkan, merukunkan kembali sedulur-sedulur kita yang selama ini masih berseberangan,” lanjutnya.

Persiapan Parluh sendiri telah dilakukan secara bertahap. Sebelumnya, Pengurus Pusat PSHT menggelar rapat koordinasi yang membahas berbagai kebutuhan penyelenggaraan, mulai dari kesiapan kepanitiaan, materi, perizinan hingga pengamanan.

Dalam Rakor tersebut juga ditegaskan bahwa Parluh 2026 diarahkan menjadi momentum rekonsiliasi dan memegang teguh semangat persatuan bagi PSHT.

Koordinasi juga terus dilakukan dengan berbagai unsur di daerah, di antaranya PSHT Cabang Magetan bersama Forkopimda setempat untuk menyamakan persepsi serta memastikan persiapan dan situasi keamanan menjelang pelaksanaan Parluh.

Muhammad Taufiq menegaskan bahwa seluruh unsur PSHT diharapkan dapat menyambut Parluh dengan semangat persaudaraan. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk hadir dan duduk bersama dalam forum tersebut.

“Kita undang semua, termasuk sedulur-sedulur yang selama ini berbeda. Mudah-mudahan berkenan hadir. Kita bisa duduk bareng, rembukan bareng, bagaimana organisasi PSHT ini bisa kita kembangkan ke depan dengan cara yang lebih baik,” tegasnya.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Parluh 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat persaudaraan, menyatukan perbedaan, serta menata PSHT agar semakin guyub, rukun, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga, masyarakat, bangsa, dan negara.