Pelaksanaan Parapatan Luhur Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) 2026 di Padepokan Agung Madiun 25 September mendatang mendapat dukungan moral dari jajaran Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI).
Dukungan tersebut disampaikan Ketua Umum PB IPSI, Sugiono dan Ketua Harian PB IPSI, Edhy Prabowo saat pelantikan PB IPSI, Sabtu (5/9/2026).
Keduanya menyampaikan harapan agar momentum Parapatan Luhur tidak hanya berjalan sukses, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kembali persaudaraan dan silaturahmi di lingkungan PSHT.
Sugiono menyampaikan ucapan selamat kepada Persaudaraan Setia Terate atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap pelaksanaan Parapatan Luhur dapat menjadi wadah untuk semakin memperkuat persaudaraan dan silaturahmi antar anggota.
“Kami berharap pelaksanaan ini bisa sukses, kemudian menjadi wadah untuk semakin memperkuat tingkatan persaudaraan dan silaturahmi sesama anggota, dan menjadi bagian dari upaya besar untuk memajukan pencak silat dan budaya,” ujarnya.
Harapan tersebut dinilai relevan dengan dinamika yang selama kurang lebih satu dekade terakhir mewarnai perjalanan PSHT, yang diwarnai dualisme kepengurusan dan berbagai persoalan internal.
Dalam situasi tersebut, momentum Parapatan Luhur 2026 diharapkan dapat menjadi ruang untuk mengedepankan semangat persaudaraan, komunikasi, serta kepentingan yang lebih besar bagi keberlangsungan organisasi.
Sementara itu, Ketua Harian PB IPSI, Edhy Prabowo secara khusus menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan dan berharap momentum tersebut dapat menjadi forum untuk mempertemukan kembali jajaran pengurus dan anggota PSHT.
Menurut Edhy, PSHT memiliki kontribusi besar dalam perkembangan pencak silat di Indonesia. Ia mengaku telah mengenal sosok yang aktif membangun pencak silat serta melihat langsung kiprah PSHT di berbagai daerah.
“Saya berharap menjadikan momen untuk bersatu kembali. Tidak ada momen yang jelas kan SK dari pemerintah sudah jelas PB hanya ngikutin itu dan kita berharap yang masih belum siap untuk bergabung pada saat ini bisa disatukan kembali, jangan pecah.” Ujarnya.
Edhy juga menekankan besarnya kontribusi PSHT terhadap perkembangan pencak silat di Indonesia. Menurutnya, perbedaan yang berlangsung terlalu lama justru berpotensi mengurangi kekuatan besar yang dimiliki organisasi dan para anggotanya.
“Terlalu besar negeri kita kalau untuk diurus sendiri-sendiri. Terlalu besar masa PSHT kalau harus pisah-pisah.” tambahnya.
Ia juga menyampaikan pengalamannya bertemu dengan para kader PSHT di berbagai daerah, termasuk ketika menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI. Menurutnya, kiprah organisasi pencak silat seperti PSHT sangat dekat dengan masyarakat dan memiliki basis kader yang luas.
Karena itu, Edhy Prabowo selaku Ketua Harian PB IPSI berharap semangat persaudaraan dapat kembali menjadi titik temu. Dengan demikian, Parapatan Luhur tidak sekadar dipandang sebagai agenda organisasi, tetapi juga memiliki arti penting sebagai momentum untuk membangun kembali komunikasi dan memperkuat persaudaraan.
Pesan yang disampaikan jajaran PB IPSI pun relatif jelas, PSHT diharapkan tetap menjadi kekuatan besar dalam pengembangan pencak silat Indonesia, tanpa harus terpecah oleh perbedaan internal.
Harapan agar seluruh elemen dapat kembali berada dalam satu semangat persaudaraan juga sejalan dengan karakter PSHT yang menempatkan persaudaraan sebagai salah satu nilai utama.
Pada akhirnya, keberhasilan Parapatan Luhur PSHT 2026 bukan hanya akan diukur dari suksesnya pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dari sejauh mana momentum tersebut mampu menghadirkan ruang rekonsiliasi, persatuan, dan masa depan PSHT yang lebih solid.